Canon Luncurkan Jajaran PowerShot & IXUS Terbaru

Canon melalui PT. Datascrip selaku distributor tunggal produknya di Tanah Air, meluncurkan rangkaian seri kamera saku digital terbaru. Antara lain adalah seri PowerShot SX700 HS, S200, dan SX600 HS, serta seri IXUS 265 HS, 145, dan 155. Jangan Klik

PowerShot S200, SX700 HS, SX600 HS, dan IXUS 265 HS, dilengkapi dengan teknologi nirkabel Wi-Fi, yang bisa mempermudah pengguna mengunggah foto dan video ke portal Canon iMage Gateway (CiG). Khusus untuk PowerShot SX700 HS, SX600 HS, dan IXUS 265 HS, dilengkapi konektivitas Near Field Communication (NFC).
Canon Luncurkan Jajaran PowerShot & IXUS Terbaru
"Kamera ini sesuai untuk pengguna yang senang mengabadikan momen dan bisa terhubung dengan WiFi," tutur Division Manager Image Communication Product Division Datascrip, Sintra Wong, dalam acara peluncuran kamera saku digital Canon di Artotel Hotel, Jakarta, Kamis (27/2/2014).

PowerShot S200 dilengkapi dengan berbagai fitur seperti lensa 24-120mm dengan zoom 5x, sensor 10.1 megapiksel, dan prosesor DIGIC 5. Sedangkan SX600 HS memiliki sensor CMOS 16 megapiksel dan prosesor DIGIC 4+. Kamera ini bisa merekam video berkualitas Full HD MP4 hingga 30fps, memiliki lensa 24-450mm dengan zoom 18x dan zoomPlus 36x.

Adapun PowerShot SX700 HS mengusung teknologi seperti prosesor DICIG 6 dan lensa 3 Ultra-low Dispersion (UD). Kamera ini dilengkapi teknologi ZoomPlud yang bisa melakukan pembesaran hingga 60x.

Sedangkan untuk seri IXUS 265 HS, lensanya dibekali teknologi IS dan f/3.6-f/7.0, serta optical zoom 12x (25-300mm) yang bisa dioptimalkan hingga 24x. Kamera saku digital ini dipadukan dengan tkenologi prosesor DIGIC 4+ dan sensor CMOS beresolusi 16 megapiksel.
IXUS 155 memiliki resolusi 20 megpiksel dengan prosesor DIGIC 4+, serta zoom optik 10x dan fitut ZoomPlus. Sedangkan IXUS 145, juga memiliki prosesor yang sama dengan IXUS 155, dan bisa merekam video berkualitas HD 720p.

"Kamera-kamera ini akan tersedia di pasar sekira Maret atau April mendatang," kata Sintra.

PowerShot S200, SX700 HS, SX600 HS, masing-masing dibanderol Rp3,2 juta, Rp3,6 juta, dan Rp2,5 juta. Sedangkan masing-masing IXUS 265 HS, 155, dan 145, dijual seharga Rp2 juta, Rp1,6 juta, dan Rp1,1 juta.


Ini Ponsel Samsung Ber-OS Windows Phone?

Samsung sudah lama dikabarkan akan meluncurkan ponsel pintar berbasis Windows Phone. Dan kini penampakan rupa ponsel tersebut mulai muncul di dunia maya.
Ini Ponsel Samsung Ber-OS Windows Phone?
Dibocorkan dari akun Twitter @evleaks, smartphone Samsung bersistem operasi Windows Phone disebut-sebut memiliki nomor seri SM-W750V dengan nama sandi Samsung Huron. Bahkan kabarnya perangkat ini sudah mendapat kerja sama dengan perusahaan operator telekomunikasi Amerika Serikat, Verizon.

Verizon memberi nama perangkat Samsung Windows Phone ini sebagai Ativ SE. Kendatipun Verizon belum mengonfirmasi kebenaran berita ini. 

Seperti diketahui sebelumnya, Samsung sudah tak asing dengan sistem operasi Windows. Dan Ativ merupakan nama yang dipakai Samsung sebagai perangkatnya yang dijalankan dengan sistem operasi dari Microsoft. Seperti pada laptop atau komputer tablet berbasis Windows 8.1.

Dilihat dari bentuk fisik, perangkat Samsung ber-OS Windows Phone ini tampak seperti Samsung Galaxy S4. Yang barangkali juga akan memiliki spesifikasi tak jauh berbeda dengan perangkat Android dari Samsung tersebut.

Sebelumnya, Microsoft memang dikabarkan tengah mendekati Samsung untuk memproduksi perangkat berplatform Windows Phone. Bahkan kabar yang tersiar menyebutkan Microsoft rela ‘membayar’ Samsung untuk memproduksi ponsel yang menjalankan OS besutannya.


Canon Optimis Pasar Kamera Semakin Menguat

Canon masih memiliki kuasa besar di industri kamera. Setidaknya untuk kamera Single-lens reflex (SLR) dan compact, perusahaan asal Jepang ini masih memimpin pasar di Tanah Air. Handphone Komputer
 Canon Optimis Pasar Kamera Semakin Menguat
Diungkapkan Division Manager Image Communication Product Division PT. Datascrip, Sintra Wong, Canon memiliki 30 persen pangsa pasar kamera compact  dan 60 persen untuk SLR.
 
Canon, kata Sintra, akan tetap mempertahankan pangsa pasar yang telah dimiliki saat ini. “Target kita tahun ini masih sama dengan pencapaian tahun lalu, tapi dengan jumlah unit berbeda,” tutur Sintra dalam acara peluncuran jajaran kamera saku digital PowerShot dan IXUS terbaru di Artotel Hotel, Jakarta, Kamis (27/2/2014).
 
Secara unit, target Canon adalah 250 ribu untuk kamera compact dan 220 ribu kamera SLR. Adapun pasar kamera compact di Indonesia diprediksi mencapai 800 ribu unit, turun dari satu juta pada tahun lalu, sedangkan total pasar kamera SLR diprediksi 350 ribu unit.
 
Berbeda dengan kamera compact yang diperkirakan mengalami penurunan karena beralihnya pengguna entry level ke smartphone, kamera SLR semakin menguat berkat perkembangan teknologi yang semakin maju.
 
“Pasar kamera SLR memang masih bagus, karena juga didukung dengan teknologi yang semakin canggih sehingga semakin banyak yang menggunakan,” jelasnya.


Smartphone Android Ini Miliki Fitur Keamanan Tinggi

Smartphone dengan fitur keamanan tinggi sangat diperlukan untuk menjaga agar informasi penting tidak jatuh di tangan orang lain. Salah satu perusahaan pesawat terbang, Boeing mengembangkan smartphone dengan fitur self-destruct yang membuat smartphone menjadi tidak berfungsi apabila dibongkar paksa. Teknologi Terbaru
Smartphone Android Ini Miliki Fitur Keamanan Tinggi
Dilansir Mashable, Kamis (27/2/2014), handset yang didukung OS Android besutan Boeing ini dinamakan ‘Black’. Smartphone ini didesain untuk pekerja pemerintahan yang menangani infomasi sensitif.

Boeing menyampaikan, pihaknya sudah mengajukan deskripsi mengenai smartphone Android misterius ini kepada Federal Communications Commission awal bulan ini. Bruce Olcott, penasehat Boeing mengatakan dalam surat ke FCC bahwa handset ini juga khusus ditujukan untuk perusahaan yang begerak dalam kegiatan kontrak dengan badan-badan seperti pertahanan dan keamanan dalam negeri.

"Perangkat ini akan dipasarkan dan dijual dengan cara sedemikian rupa. Sehingga teknis tingkat rendah dan informasi operasional tentang produk tidak akan diberikan kepada masyarakat umum," jelasnya.

Kabarnya, Boeing Black mendukung dua kartu SIM dan bisa bekerja pada jaringan GSM, WCDMA dan LTE. Perangkat ini juga memiliki baterai yang dapat dilepas serta konektivitas Bluetooth dan WiFi.

Olcott juga mengungkap bahwa smartphone baru ini diprogram untuk dapat meledak otomatis (self-destruct) bila seseorang mengoprek perangkat tersebut. “Setiap usaha untuk membuka casing perangkat akan memicu fungsi yang akan menghapus data dan perangkat lunak yang terdapat dalam perangkat,” tuturnya.

Selain itu, fungsi keamanan yang ditanamkan ini membuat smartphone tidak dapat dioperasikan. Olcott mengungkapkan, pihaknya tidak bisa membeberkan banyak hal tentang Black, karena rincian informasi hanya ditujukan untuk lembaga pemerintah untuk menjamin kehandalan serta keamanan produk tersebut.

Black bukanlah satu-satunya smarthpone dengan tingkat keamanan super tinggi. Awal pekan ini, SGP Technologies mengungkap Blackphone berbasis Android di Mobile World Congress di Barcelona. Berbeda dengan Boeing Black, Blackphone tersedia untuk warga sipil.